Arsip untuk ‘khairuddin’ Kategori

Masyarakat Masa Depan

Juni 24, 2008

BAB I
PENDAHULUAN

Tepatnya pada Jum’at 2 Mei 2008 lalu, kita bersama-sama mencoba merenungkan kembali akan nasib dunia pendidikan nasional di tanah air tercinta Indonesia yang masih terhitung amat suram. Dengan menjadikan momentum tersebut sebagai hari pendidikan nasional sebagai pendongkrak. Perbincangan seputar pendidikan memang tidak akan pernah sampai pada titik finish. Perkembangan yang ada di dunia pun saat ini jelas tidak dapat dilepaskan begitu saja dengan adanya sebuah pendidikan itu sendiri.
Tak heran ketika ada kalimat yang menyebutkan bahwa dengan pendidikan yang maju niscaya akan maju pula bangsa itu. Sebaliknya ketika pendidikan di suatu bangsa tidak berkembang maka dapat dipastikan bangsanya terbelakang. Pendidikan sebagai akar dan hakikat kehidupan manusia dan bertujuan memfasilitasi pencapaian tujuan kehidupan manusia yang sesungguhnya. Untuk itulah sekarang kita dituntut untuk dapat mengembangkan sistem pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman global, dengan pendidikan yang berperspektif globalisasi.
Selama manusia masih ada, perdebatan tentang pendidikan akan tetap eksis yang selalu berkembang. Permasalahan-permasahan kependidikan mulai dari tingkat filosofis hingga keilmuan akan menjadi nafas manusia. Karena itu, tanpa disadari ada sebuah tanggung jawab untuk mengetengahkan apa dan bagaimana pendidikan sejati itu seharusnya di konstruksi. Namun selama ini, ada indikasi masyarakat Indonesia sudah melupakan akan hakikat pendidikan yang sejati itu. Digantikannya dengan produk-produk egoisme diri dan kebinatangan yang semakin serakah, tidak adil da mengutamakan hal-hal yang sangat rendah dan hampa nilai-nilai filosofis.
Pendidikan kita seolah-olah belum siap dan belum mampu menghadapi masa depan yang semakin dikuasi oleh kecendrungan globalisasi, perkembangan iptek, arus komunikasi dan informasi yang semakin cepat, dan peningkatan pelayanan yang semakin professional.
Coba kita lihat kenegara yang maju, yang pendidikannya sangat maju. Hal ini dapat kita lihat dari sarana yang dipergunakan. Kapur bukan lagi bagian dari pendidikan mereka, mereka telah menggunakan, projector, media e-book (buku yang tersusun dalam satu program yang dibuka melalui computer, pengirim tugas melalui e-mail, belajar secara teleconference (hanya tatap muka melalui sarana internet) yang bisa jadi gurunya di Hongkong dan muridnya di Kanada.
Jadi kapan pendidikan kita seperti ini, atau mungkin lebih hebat dan maju dari mereka…..???

BAB II
PERKIRAAN TERHADAP MASA DEPAN

Pendidikan selalu berlangsung dalam suatu latar kemasyarakatan dan kebudayaan tertentu. Demikian pula di Indonesia, pendidikan nasional berdasarkan latar kemasyarakatan dan kebudayaan Indonesia.
Dalam pembahasan ini, kebudayaan dimaksudkan dalam arti luas yakni: ”Keseluruhan gagasan dan karya manusia, yang harus dibiasakan dalam belajar, beserta keseluruhan darihasil budi dan karyanya itu”. Kebudayaan itu dapat:
1. Berwujud ideal yakni ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dsb.
2. Berwujud kelakuan yakni kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3. Berwujud fisik yakni benda-benda hasil karya manusia.
Berbagai wujud kebudayaan itu selalu mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan perubahan dan kemajuan manusia dan masyarakat pendukung kebudayaan itu. Pengertian kebudayaan yang begitu luas tersebut seringkali di pecah lagi dalam unsur-unsurnya, dan sering di pandang sebagai unsur-unsur universal dari kebudayaan, yakni:
1. Sistem religi dan upacara keagamaan.
2. Sistem dan organisasi kemasyarakatan.
3. Sistem pengetahuan.
4. Bahasa.
5. Kesenian.
6. Sistem mata pencaharian.
7. Sistem teknologi dan peralatan
Perkembangan masyarakat beserta kebudayaan sekarang ini makin mengalami percepatan serta meiputi seluruh aspek kehidupan dan penghidupan manusia. Perubahan yang cepat tersebut mempunyai beberapa karakteristik umum yang dapat dijadikan petunjuk sebagai ciri masyarakat dimasa depan, diantarnya:
1. Kecenderungan globalisasi yang makin kuat.
2. Perkembangan iptek yang makin cepat.
3. Perkembangan arus informasi yang semakin padat dan cepat.
4. Kebutuhan/tuntutan peningkatan layanan informasi yang semakin padat dan cepat.
Kajian masyarakat masa depan itu semakin penting jika diingat bahwa pendidikan selalu merupakan penyiapan peserta didik bagi peranannya di masa yang akan datang. Dengan demikian, pendidikan seharusnya selalu mengantisipasi keadaan masyarakat masa depan.
A. Kecenderungan Globalisasi
Era globalisasi terjadi karena arus lalu lintas perjalanan bangsa-bangsa dari suatu negeri kenegeri lain sangat maju karena adanya system transportasi yang terbuka kesegala negeri dan adanya sikap penerimaan yang baik dari masyarakat yang dituju.
Gelombang globalisasi sedang menerpa seluruh aspek kehidupan dang penghidupan manusia,, menyusup ke dalam unsur kebudayaan yang berbeda-beda. Menurut Emil Salim terdapat 4 bidang kekuatan gelombang globalisasi yang paling kuat dan menonjol daya dobraknya, yakni bidang-bidang iptek, ekonomi, lingkungan hidup dan pendidikan.
Di samping keempat bidang tersebut, kecenderungan bidang globalisasi nampak juga dalam bidang politik, hukum dan hak-hak asasi manusia, faham demokrasi, dsb.
Saat ini bangsa Indonesia sibuk melakukan reformasi di bidang politik, ekonomi dan hukum, meskipun tak kunjung sampai pada substansinya. Dalam proses reformasi yang sedang berlangsung ini, ada gejala ke arah dilupakannya peran pendidikan. Hal ini sungguh amat berbahaya, yang ongkosnya di masa mendatang harus dipikul oleh seluruh komponen bangsa berupa keterbelakangan dan “kebodohan” kolektif. Tulisan ini hanya ingin sekadar mengingatkan akan munculnya bahaya tersebut, terutama dalam wacana kehidupan global abad ke-21.
Membangun sektor pendidikan tidak akan pernah selesai dan tuntas, sepanjang peradaban manusia itu masih ada. Karena jika suatu bangsa selesai menangani satu masalah pendidikan, akan tumbuh lagi masalah lain yang baru dalam peradaban itu. Hal ini terjadi karena tuntutan jaman selalu berubah, sebagaimana juga pernah digambarkan oleh John F Kennedy dalam sebuah metafora. Change is a way of life. Those who look only to the past or present will miss the future.
Proses pendidikan tidak hanya sekadar mempersiapkan anak didik untuk mampu hidup dalam masyarakat kini, tetapi mereka juga harus disiapkan untuk hidup di masyarakat yang akan datang yang semakin lama semakin sulit diprediksi karakteristiknya. Rowan Gibson menggambarkan betapa sulitnya memprediksi masa depan dalam sebuah ungkapan berikut: The lesson of the last three decades is that nobody can drive to the future on cruise control.
Kesulitan memprediksi karakteristik masyarakat yang akan datang disebabkan oleh kenyataan bahwa di era global ini perkembangan masyarakat tidak linier lagi. Perkembangan masyarakat penuh dengan diskontinuitas. Gambaran seperti ini secara lebih lugas lagi juga dijelaskan oleh Rowan Gibson dalam rangkaian kalimatnya sebagai berikut: The fact is that the future will not be a continuation of the past. It will be a series of discontinuities. But in order to grab hold of the future we have to let go of the past. We have to challenge and, in many cases, unlearn the old model, the old paradigms, the old rules, the old strategies, the old assumptions, the old success recipes.
Oleh karena itu, keberhasilan kita masa lalu belum tentu memiliki validitas untuk menangani dan menyelesaikan persoalan pendidikan masa kini dan masa yang akan datang. Dalam bidang pendidikan politik bagi masyarakat pun kita juga tidak perlu mengandalkan keberhasilan masa lalu. Bahkan untuk kondisi seperti saat ini kita perlu merenungkan secara dalam, dan merefleksikan ungkapan Rowan Gibson yang disebutkan terakhir itu agar kita mampu melupakan luka lama, menghilangkan dendam-dendam lama, dan belajar meninggalkan paradigma lama, model lama, agar akhirnya kita mampu membangun masa depan secara bersama demi kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan negara.
B. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Perkembangan Iptek yang makin cepat dalam era globalisasi merupakan salah satu ciri utama dalam masyarakat masa depan. Gobalisasi perkembangan iptek tersebut dapat berdampak positif maupun negatif, tergantung pada kesiapan bangsa beserta kondisi sosial budayanya untuk menerima limpahan informasi teknologi itu. Segi positifnya antara lain memudahkan untuk mengikuti perkembangan iptek yang terjadi di dunia, menguasai dan menerapkannya untuk memenuhi perkembangan pembangunan. Sedangkan, segi negatif akan timbul apabila kondisi sosial budaya belum siap menerima limpahan itu.
B.1. Pendidikan dan Iptek Masa Depan
Dalam kehidupan global batas-batas negara secara fisik-geografik menjadi tidak penting lagi. Justru faktor yang paling penting bagi eksistensi suatu bangsa adalah dikuasainya teknologi informasi tanpa mengesamping ilmu pengetahuan tentunya.. Dengan adanya berbagai penemuan dalam bidang teknologi informasi, kekuasaan suatu negara dalam arti teritorial menjadi semakin kabur. Di sisi lain dengan teknologi informasi, kita juga dapat membelajarkan diri dalam suatu proses pendidikan yang bersifat maya (virtual). Hal ini membawa implikasi bahwa pendidikan nasional kita harus mampu mempersiapkan bangsa ini menjadi komunitas yang terberdayakan dalam menghadapi kehidupan masa depan yang semakin lama semakin menggantungkan diri pada teknologi informasi. Kondisi ini pada akhirnya juga berakibat pada sistem kehidupan berbangsa dan bernegara yang mengutamakan pada pola kehidupan atas dasar prinsip interdependensi.
B.2. Interpendensi
Agar bangsa ini memiliki peran yang signifikan dalam konteks interdependensi kehidupan, baik yang terjadi dalam skala lokal, nasional, regional, maupun global, sistem pendidikan harus mampu memberdayakan masyarakat secara luas. Salah satu ciri masyarakat yang terberdayakan oleh sistem pendidikan ialah dimilikinya unggulan komparatif dan unggulan kompetitif dalam konteks global.
Konsekuensinya, pendidikan harus dikonseptualisasikan sebagai suatu usaha dan proses pemberdayaan, yang benar-benar dan harus disadari secara kolektif, yang perlu dilakukan oleh individu, keluarga, masyarakat, dan juga pemerintah dalam rangka melakukan investasi masa depan bangsa, bukan sekadar upaya tambal sulam program yang tidak akan mampu memberdayakan masyarakat secara keseluruhan. Pendidikan sebagai investasi masa depan bangsa akan menjadi realitas dalam kebijakan dan praksis jika masyarakat, keluarga, dan pemerintah secara bersama memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pencarian solusi bagi semua persoalan dan tantangan pendidikan yang kita hadapi saat ini dan masa-masa yang akan datang.
Interdependensi kehidupan menuntut adanya saling percaya (mutual trust) di antara sesama manusia. Oleh karena itu, pendidikan nasional harus mampu menanamkan nilai-nilai (values) kepada seluruh lapisan masyarakat agar memiliki sikap hidup yang toleran, saling mempercayai satu sama lain, sehingga pada akhirnya masyarakat kita memiliki kemampuan untuk hidup dalam berbagai bentuk pluralitas kehidupan.
C. Perkembangan Arus Komunikasi yang semakin Padat dan Cepat
Salah satu perkembangan iptek yang luar biasa adalah yang berkaitan dengan informasi dan komunikasi , utamanya satelit komunikasi, computer, handphone, dsb. Seperti diketahui, proses komunkasi meliputi beberapa unsur dasar, yakni:
1. Sumber pesan seperti harapan, gagasan, perasaan atau perilaku yang diinginkan oleh pengirim pesan.
2. Penyandian (encoding), yakni pengubahan/penerjemahan isi pesan ke dalam bentuk yang serasi dengan alat pengirim pesan.
3. Transmisi (pengiriman) pesan.
4. Saluran.
5. Pembukasandian (decoding), yakni penerjemahan kembali apa yang diterima ke dalam isi pesan oleh penerima.
6. Reaksi internal penerima sesuai pemahaman pesan yang diterimanya.
7. Gangguan/hambatan (noise) yang dapat terjadi pada semua unsur dasar lainnya.

Perkembangan komunikasi dengan arus informasi yang makin padat dan akan dipercepat dimasa depan, mencakup keseluruhan unsur-unsur dalam proses komunikasi tersebut. Sumber pesan mencakup aspek kehidupan manusia yakni keseluruhan unsur-unsur kebudayaan, mulai dari sistem dan upacara keagamaan sampai dengan sistem teknologi dan peralatan
Perkembangan dalam dunia teknologi komunikasi sangat cepat dari waktu ke waktu. Berbagai perubahan yang terjadi saat ini, telah membuktikan fenomena tersebut. 10 tahun yang lalu, siapa dapat menyangka kalau handphone dapat berukuran sekecil sekarang dan memuat begitu banyak data ? Bahkan kini handphone multi fungsi selain sebagai alat komunikasi juga sebagai kamera. Siapa pula dapat menyangka bahwa peristiwa yang terjadi di belahan bumi yang lain dapat disaksikan di waktu yang sama di belahan bumi lainnya? Tidak hanya itu, dulu untuk mencari data orang harus pergi mencarinya ke perpustakaan, mencari-cari pada katalog lalu di rak buku, benar-benar menyita waktu, kini cukup lewat google seluruh informasi dan referensi yang kita butuhkan dapat diperoleh dalam hitungan detik.
Di era milenium ini hadir pula U-tube, google, satelit, televisi cabel, dan internet sebagai penemuan baru yang mendukung teknologi komunikasi di seluruh dunia. Kini makna lokasi dan jarak sudah hilang. Dunia diibaratkan global village. Hal ini juga memunculkan mobilitas yang tinggi dalam arus informasi. Akibatnya privacy seseorang semakin tidak ada artinya.
Berbagai bentuk perkembangan ini jelas-jelas hadir untuk semakin mempermudah hidup manusia. Bahkan cenderung membuat manusia semakin nyaman. Banyak yang menjadi keuntungan dari perkembangan teknologi komunikasi ini, diantaranya semakin terciptanya demokrasi. Mayoritas masyarakat kini dapat menikmati hasil teknologi. Ini jauh berbeda dengan 10 tahun yang lalu. Bahkan tak jarang kini kita melihat di seluruh pelosok bahkan sampai ke tingkat pekerjaan yang rendah sekalipun sudah dapat mengakses teknologi. Contoh sederhananya adalah handphone. Ini mungkin menjadi kasus sederhana yang dapat menggambarkan bahwa teknologi semakin terakses l
Belum lagi dari segi pemanfaatan informasi lewat internet. Setiap orang bebas untuk mendaptakan informasi dan pengetahuan yang seluas-luasnya. Bebas untuk menyampaikan pendapat atau pengetahuan yang dipahaminya, tanpa harus melewati aturan birokrasi ataupun waiting list yang panjang di industri media tradisional.
Kondisi ini menstimulus lahirnya media baru yang lebih demokratis. Media ini sedikit demi sedikit berhasil menggantikan media tradisional yang menguasai masyarakat sebelumnya. Bagaimana tidak, media online telah memampukan masyarakt untuk mendapatkan dan ikut serta mendownload informasi terkini yang dibutuhkannya setiap waktunya. Jelas saja media tradisional mulai tertinggal. Hidup setiap orang, terutama di perkotaan, semakin praktis, karenanya membutuhkan media yang praktis dan modern pula. Disinilah media baru seperti media online hadir dan mampu menjawab tantagan ini. Bahkan kini, media-media tradisional seperti surat kabar sudah mulai beradaptasi dengan mengupload beritanya ke tampilan media online juga.
Berikut beberapa bentuk tampilan media baru yang kini hadir dan akan terus berkembang dan menjadi pesaing tangguh bagi media tradisional, diantaranya :
C.1. Media Buku
Kini lewat e-book, ratusan judul buku dapat dimuat. Ini sangat memudahkan dan hemat. Kecenderungan masyarakt saat ini serta keterbatasan alam, membuat masyarakat terdorong untuk mengurangi kebutuhan akan kertas. Buku online ini menjadi salah satu jawaban yang pas untuk hal tersebut. Tidak hanya buku saja, kini banyak fitur-fitur pelengkap yang semakin memperkaya users saat menggunakan media online ini. Contoh fitur pelengkap itu adalah kamus interaktif, bookmarking, instan search, note-taking, cros referencing dan font adjustment.
C.2. Majalah (online)
Majalah atau media online, seperti yang telah dijelaskan memiliki jangkauan cepat dan luas dengan interaksi yang sangat tinggi antara khalayak dan media. Kelebihan majalah online ini semakin diperkaya dengan sifatnya yang bebas waktu, mutahir kar
ena dapat di update serta biaya distibusi yang sangat minim, bahkan pengaksesannya terkadang tanpa biaya. Ini dipengaruhi meningkatnya supply iklan di media online, karena integrasi iklan akan lebih tepat sasaran bila menggunakan media online. Kini pengiklan di media tradisional menurun dan beralih ke medai online. Hal ini disebabkan adanya kejelasan target beriklan di media online, contohnya saja lewat sistem pay-per-click.
Namun segala keuntungan dan kelebihan ini membawa tantangan yang baru dalam dunia etika dan hukum. Hadirnya berbagai fasilitas mendorong terjadinya demokrasi tanpa kontrol. Arus informasi yang melimpah pun tak selamanya dapat dipercaya, bahkan dapat disalahgunakan untuk menipu karena belum lengkapnya undang-undang yang menurusi urusan media baru ini.
Namun terlepas dari itu semua, mau tidak mau, perkembangan dalam teknologi komunikasi akan membawa masyarakat pada dunia media baru ini. Sekarang saja kebutuhan untuk itu sudah memperlihatkan akan bertambahnya kebutuhan yang lebih lagi terhadap teknologi komunikasi. Hal ini disebabkan kerena pada umumnya ada kecenderungan semakin jarangnya generasi muda membaca surat kabar (media tradisional) dan lebih tertarik pada kebiasaan menonton, atau layanan teknologi komunikasi lainnya yang lebih praktis. Sekarang tinggal menunggu waktu saja, bahwa dunia kita akan didomiansi oleh media baru yang semakin canggih dalam pemanfaatan teknologi komunikasinya.
D. Peningkatan Layanan Profesional
Salah satu ciri penting masyarakat masa depan adalah meningkatnya kebutuhan layanan profesional dalam bidang kehidupan manusia. Karena perkembangan iptek yang makin cepat serta perkembangan arus informasi yang semakin padat dan cepat, maka anggota masyarakat masa depan semakin luas wawasan an pengetahuannya serta daya kritis yang semakin tinggi. Oleh karena itu, manusia masa depan tersebut makin menuntut suatu kualitas hidup yang lebih baik, termasuk berbagai layanan yang dibutuhkannya. Layanan yang diberikan oleh pemangku profesi tertentu, atau layanan profesional, semakin penting untuk kebutuhan masyarakat tersebut.

BAB III
ANTISIPASI TERHADAP MASA DEPAN

A. Upaya Pendidikan dalam Mengantisipasi Masa Depan
Pendidikan berkewajiban mempersiapkan generasi baru yangsanggup menghadapi tantangan zaman baru yang akan datang. Pengembangan pendidikan dalam masyarakat yang sedang berubah dengan cepat haruslah dilakukan secara menyeluruh dengan pendidikan yang sistematik.
Keberhasilan antisipasi tehadap masa depan pada akhirnya ditentukan oleh kualitas manusia yang dihasilkan oleh pendidikan. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya merupakan kunci keberhsilan bangsa dan negara Indonesia dalam masa yang akan datang.

B. Tuntutan bagi Manusia Masa Depan (Manusia Modern)
Dalam pembicaraan tentang perkiraan masyarakat masa depan, secara tersirat telah pula dibicarakan tentang tantangan-tantangan yang akan dihadapi manusia masa depan, seperti ; Kemampuan menyesuaikan diri dan memanfaatkan peluang globalisasi dalam berbagai bidang, wawasan dan pengetahuan yang memadai tentang iptek. Misalnya melek teknologi tanpa harus menjadi pakar iptek, kemampuan menyaring dan memanfaatkan arus informasi yang semakin padat dan cepat, dan kemampuan bekerja efisien sebagai cikal bakal kemampuan profesional. Keempat tantangan tersebut merupakan gejala konstelasi dunia masa kini dan masa depan. Oleh karena itu, manusia Indonesia perlu berupaya untuk menyesuaikan diri sehingga menjadi manusia modern.
Kemampuan dasar sebagai manusia Pancasila yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar akan siap untuk:
1. Memasuki lapangan kerja sebagai manusia pembangunan setelah melalui orientasi/ pelatihan tambahan sesuai dengan kebutuhan
2. Melanjutkan ke pendidikan menengah.
Tuntutan manusia Indonesia di masa depan, setelah kemampuan dasar tersebut, terutama diarahkan kepadapembekalan kemampuan yang sangat diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan di masa depan tersebut. Beberapa diantarnya seperti:
1. Ketanggapan terhadap berbagai masalah sosial, politik, kultural dan lingkungan.
2. Kreativitas di dalam menemukan alternatif pemecahannya.
3. Efisiensi dan etos kerja yang tinggi.

C. Upaya Mengantisipasi Masa Depan
Dalam penjelasan UU RI No. 2 Tahun 1989 di kemukakan sebagai berikut, “Dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasionl sebagai pengamalan Pancasila di bidang pendidikan, maka pendidikan nasional mengusahakan : Pertama, pembentukan Manusia Pancasila sebagai manusia pembangunan yang tinggi kualitasnya dan mampu mandiri, dan kedua, pemberian dukungan bagi perkembangan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang terwujud dalam ketahanan nasional yang tangguh. Oleh karena itu, kajian tentang upaya mengantisipasi masa depan melalui pendidikan akan diarahkan pada:
1. Aspek yang paling berperan dalam individu untuk memberi arah antisipasi tersebut yakni nilai dan sikap.
2. Pengembangan budaya dan sarana kehidupan.
3. Tentang pendidikan itu sendiri, utamanya pembangunan sarana pendidikan.
KESIMPULAN

 Dengan mempertimbangkan kecendrungan globalisasi dapat diperkirakan bahwa masa depan itu masa dimana setiap bangsa mempunyai kesempatan untuk saling berbaur, saling bertukar budaya, bahasa dan cara hidup, dan untu mengatisipasi hal ini setiap bangsa harus bersikap terbuka, saling mengahargai, toleransi, namun harus tetap menjunjung harga diri dan martabat Bagsa dan Negara.
 Kajian masyarakat masa depan itu semakin penting jika diingat bahwa pendidikan selalu merupakan penyiapan peserta didik bagi peranannya di masa yang akan datang. Dengan demikian, pendidikan seharusnya selalu mengantisipasi keadaan masyarakat masa depan.
 Era globalisasi terjadi karena arus lalu lintas perjalanan bangsa-bangsa dari suatu negeri kenegeri lain sangat maju karena adanya system transportasi yang terbuka kesegala negeri dan adanya sikap penerimaan yang baik dari masyarakat yang dituju.
 Membangun sektor pendidikan tidak akan pernah selesai dan tuntas, sepanjang peradaban manusia itu masih ada. Karena jika suatu bangsa selesai menangani satu masalah pendidikan, akan tumbuh lagi masalah lain yang baru dalam peradaban itu. Hal ini terjadi karena tuntutan jaman selalu berubah.
 Gobalisasi perkembangan iptek tersebut dapat berdampak positif maupun negatif, tergantung pada kesiapan bangsa beserta kondisi sosial budayanya untuk menerima limpahan informasi teknologi itu. Segi positifnya antara lain memudahkan untuk mengikuti perkembangan iptek yang terjadi di dunia, menguasai dan menerapkannya untuk memenuhi perkembangan pembangunan. Sedangkan, segi negatif akan timbul apabila kondisi sosial budaya belum siap menerima limpahan itu.
 Perkembangan komunikasi dengan arus informasi yang makin padat dan akan dipercepat dimasa depan, mencakup keseluruhan unsur-unsur dalam proses komunikasi tersebut. Sumber pesan mencakup aspek kehidupan manusia yakni keseluruhan unsur-unsur kebudayaan, mulai dari sistem dan upacara keagamaan sampai dengan sistem teknologi dan peralatan
 Salah satu ciri penting masyarakat masa depan adalah meningkatnya kebutuhan layanan profesional dalam bidang kehidupan manusia.
 Keberhasilan antisipasi tehadap masa depan pada akhirnya ditentukan oleh kualitas manusia yang dihasilkan oleh pendidikan.
 Dalam penjelasan UU RI No. 2 Tahun 1989 di kemukakan sebagai berikut, “Dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasionl sebagai pengamalan Pancasila di bidang pendidikan, maka pendidikan nasional mengusahakan : Pertama, pembentukan Manusia Pancasila sebagai manusia pembangunan yang tinggi kualitasnya dan mampu mandiri, dan kedua, pemberian dukungan bagi perkembangan masyarakat, namgsa dan negara Indonesia yang terwujud dalam ketahanan nasional yang tangguh.
 Adapun saran kami untuk mempersiapkan masyarakat masa depan adalah
o Mereformasi sarana pendidikan yang lebih canggih dan maju,
o Memberikan fasilitas yang memadai bagi seluruh komponen bangsa baik itu dalam bidang pendidikan, social, budaya ataupun politik dsb.

o Belajar keras dan bekerja keras bagi seluruh masyarakat Indonesia, sesuai dengan pembukaan UUD 1945.
o Berinovasi untuk menciptakan hal baru dalam segala bidang demi kemajuan bangsa.
o Semuanya kembali kepada pemerintah dan kita selaku masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

Muhadir, Neong. 1987. Ilmu Pendidikan dan Perubahan Sosial. Rakesarain : Yogyakarta.
Nuraina, M.Pd. 2007. Pengantar Pendidikan. STKIP Universitas Labuhanbatu.
Siregar, Samsinar. 2007. Pengantar Pendidikan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)
http://www.ibnuakhir.wordpress.com diposting pada 11 juni 2008
http://www.khairuddinhsb.blogspot.com diposting pada 11 juni 2008

komputer 2

Desember 29, 2007

ahlan wasahlan

BAB I. PENDAHULUAN

Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik.

Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang mennghubungkan berbagai tempat di dunia.

Adapun Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu set aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

BAB II. BAHASA PEMROGRAMAN KOMPUTER

  1. Bahasa Pemrograman

Komputer adalah mesin yang dapat melaksanakan seperangkat perintah dasar (instruction set). Agar komputer dapat melakukan sesuatu hal, kita harus memberinya perintah yang dapat ia laksanakan, yaitu dalam bentuk kumpulan perintah-perintah dasar tersebut.

Bahasa pemrograman adalah bahasa yang dapat diterjemahkan menjadi kumpulan perintah-perintah dasar tersebut. Penerjemahan dilakukan oleh program komputer yang disebut kompilator. Sintaks dari bahasa pemrograman lebih mudah dipahami oleh manusia daripada sintaks perintah dasar. Namun tentu saja komputer hanya dapat melaksanakan perintah dasar itu. Maka di sinilah peran penting kompilator sebagai perantara antara bahasa pemrograman dengan perintah dasar.

Kegiatan membuat program komputer dengan menggunakan bahasa pemrograman disebut pemrograman komputer. Contoh bahasa pemrogaman adalah bahasa FORTRAN, COBOL, BASIC, JAVA, dan C++.

  1. Daftar Bahasa Pemrogram

Berikut ini adalah daftar bahasa pemrograman komputer:

BAB III. SEJARAH KOMPUTER

A. Pendahuluan

Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik.

Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang mennghubungkan berbagai tempat di dunia.

Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar.

1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia

2. Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual

3. Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara otomatis oleh motor elektronik

4. Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh

Tulisan ini akan memberikan gambaran tentang sejarah komputer dari masa ke masa, terutama alat pengolah data pada golongan 2, 3, dan 4. Klasifikasi komputer berdasarkan Generasi juga akan InsyaAllah dibahas pada makalah ini.

B. Alat Hitung Tradisional dan Kalkulator Mekanik

Abacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini, dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi. Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan biji-bijian geser yang diatur pada sebuh rak. Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, terutama di Eropa, abacus kehilangan popularitasnya.

Setelah hampir 12 abad, muncul penemuan lain dalam hal mesin komputasi. Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun, menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak. Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbataas untuk melakukan penjumlahan. Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646-1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda-roda gerigi.

Dengan mempelajari catatan dan gambar-gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya. Barulah pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer. Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dengan kemampuannya, arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I.

Bersama-sama dengan Pascal dan Leibniz, Colmar membantu membangun era komputasi mekanikal. Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seoarng profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika:mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertenu. Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik. Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis. Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine. Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada publik.

Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dlam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama. Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya. Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila dibandingkan dengan standar masa kini. Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu-kartu perforasi (berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut.

Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.

Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel. Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data. Tingkat kesalahan perhitungan juga dpat ditekan secara drastis. Hollerith kemudian mengembangkan alat tersebut dan menjualny ke masyarakat luas. Ia mendirikan Tabulating Machine Company pada tahun 1896 yang kemudian menjadi International Business Machine (1924) setelah mengalami beberapa kali merger. Perusahaan lain seperti Remington Rand and Burroghs juga memproduksi alat pembaca kartu perforasi untuk usaha bisnis. Kartu perforasi digunakan oleh kalangan bisnis dn pemerintahan untuk permrosesan data hingga tahun 1960.

Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat p enemuan baru lainnya. Vannevar Bush (1890- 1974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik. Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940. Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.

C. Komputer Generasi Pertama

Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer, Z3, untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali

Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer. Tahun 1943, pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode-rahasia yang digunakan Jerman. Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu mempengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan. Pertama, colossus bukan merupakan komputer serbaguna (general-purpose computer), ia hanya didesain untuk memecahkan kode rahasia. Kedua, keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.

Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil. The Harvd-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks.

Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, computer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW. komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dn John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.

Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usha membangun konsep desin komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer(EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuh memori untuk menampung baik program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur von Neumann tersebut.

Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC. Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952. komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.

Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dn silinder magnetik untuk penyimpanan data.

D. Komputer Generasi Kedua

Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.

Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. komputerkomputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk menggantikan kode biner. Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, system operasi, dan program.

Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secaa luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan computer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan.

Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapa tmencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji. Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.

  1. Komputer Generasi Ketiga

Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponenkomponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

  1. Komputer Generasi Keempat

Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponenkomponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.

Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik.

Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dn mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.

Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan computer biasa. komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau lembaga pemerintah.

Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. komputer-komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram. Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan

komputer yang dapat digenggam (palmtop).

IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan sistem grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.

Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV, Dual core, Celeron, Centrino, dan yang terbaru Core 2 Duo (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat. Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, computer-komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.

  1. Komputer Generasi Kelima

Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001:Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.

Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi-fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin.

Fasilitas ini tampak sederhan. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertian manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata-kata secara langsung.

Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semkain memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak.

Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi. Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon da
n proyek komputer generasi kelima.

Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia. Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.

KESIMPULAN

· Komputer adalah mesin yang dapat melaksanakan seperangkat perintah dasar (instruction set). Agar komputer dapat melakukan sesuatu hal, kita harus memberinya perintah yang dapat ia laksanakan, yaitu dalam bentuk kumpulan perintah-perintah dasar tersebut.

· Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki computer.

· Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982.

· Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia

· Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar.

1. Peralatan manual:

2. Peralatan Mekanik

3. Peralatan Mekanik Elektronik

4. Peralatan Elektronik

DAFTAR REFERENSI

http://setagokilblogspot.blogspot.com/2007/11/sejarah-komputer.html

http://blog.persimpangan.com/blog/2007/08/14/sejarah-perkembangan-komputer/

http://www.smkn2-kng.sch.id/uploaded/ivansudirman-sejarahkomputer.pdf

http://forum.polnep.ac.id/viewtopic.php?pid=2883

http://artikel.total.or.id/artikel.php?id=1182&judul=Perkembangan%20Sistem%20Komputer

http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bahasa_program&redirect=no

bahasa inggris

Desember 29, 2007

ahlan wasahlan

BAB I. PENDAHULUAN

Perencanaan tugas mata kuliah bahasa Inggris bagi mahasiswa memberi arti yang besar untuk seorang calon pendidik agar dapat mengetahui lebih dalam lagi tentang pengetahuan kita dalam bahasa Inggris. Dalam hal ini tim penyusun menguraikan hasil makalah hasil makalah bahasa Inggris oleh Dosen Bahasa Inggris.

Mata kuliah ini merupakan wajib bagi mahasiswa / siswi STAI. Al-Washliyah guna agar bisa mengajar dan lebih memahami tentang pengetahuan bahasa Inggris.

Tujuannya sebagai mahasiswa / siswi yang wajib mempelajari bahasa Inggris guna untuk mempersiapkan diri agar bisa menjadi guru atau calon pendidik dikemudian hari agar memiliki pengetahuan yang luas.

BAB II. PEMBAHASAN PRESENT PROGRESSIVE

  1. Present Progressive

Present continuos (progressive) digunakan hanya dengan kata kerja perbuatan (action verb) Present ini digunakan untuk menggambarkan sebuah perbuatan yang sedang terjadi sekitar sekarang ini, dan juga digunakan untuk menggambarkan sebuah rencana yang segera dilakukan dimasa mendatang (this evening, next week, on Saturday, etc). Present progressive sering digunakan dengan kata keterangan waktu : now, at the moment, today, this morning, afternoon, evening.

Ex :

- John is sleeping right now,

- I need an umbrella because it is raining,

- John and Mary are talking on the phone.[1]

Pada kalimat diatas menyatakan pekerjaan yang berlangsung pada saat sekarang

- John is trying to improve his work habits

- She is writing another book this year

  1. Present Progressive Adjectives and Preposition

a. Present Progressive

Digunakan untuk menggambarkan sebuah perbuatan yang terjadi sekitar sekarang ini.

Ex :

- I’m reading a novel this week

Artinya : saya sedang membaca novel sekarang.

Contoh kalimat Present progressive dapat kita lihat pada bagian berikut.

- What are you cooking ?

- Tomi is studying for his

- Exams at the moment

- It isn’t raining now we can go outside.

Kalimat diatas menyatakan tindakan pada saat ini.

b. Important Adjectives (kata sifat penting)

Sebuah kata sifat menggambarkan sifat sesuatu, itu karenanya kita menggunakan kata kerja bantu “to be” kata sifat menggunakan kata benda, kita ketahui “to be” itu adalah kata bantu yaitu “am-are-is”.

Ex :

He is good doctor

Disini berarti kata sifatnya adalah good (bagus) sedangkan kata bendanya adalah he (dia) adapun kata doctor merupakan penjelasan dari he.

Note : kata sifat digunakan untuk menjelaskan kata benda dan kata sifat selalu tetap.

- Kata sifat tidak mempunyai bentuk tunggal dan jamak atau bentuk maskulin, feminim dan netral.

- Kata sifat selalu sama ! tidak pernah ditambah akhiran “s” atau apapun.

- Kata sifat juga bisa ditempatkan di akhir sebuah kalimat jika kata sifat itu menggambarkan subyek dari sebuah kalimat, misalnya : My doctor is excellent

c. Basic preposition : Time and place, at, in, on, and to

(preposisi dasar : waktu dan tempat, at, in, on, and to)

Penggunaan in, on, at, to dapat kita lihat pada kalimat berikut :

In

Kita menggunakan “in” dengan bulan : in may, musim : in winter, negara : in greece.

Nama kota kecil atau kota besar : in Jakarta, waktu : in the morning, afternoon atau evening tetapi at night !

On

Kita menggunakan “on” dengan hari atau hari-hari tertentu : on Friday, on New Years Day, on April the 19th.

American English : “on the weekend atau on weekends”

At

Kita menggunakan “at” dengan waktu-waktu tertentu : at 7 o’clock, at 6.15 at night.

Tempat-tempat khusus dikota : at school

British English : “at the weekend atau at weekends”

To

Kita menggunakan “to” dengan kata kerja yang menunjukkan gerakan seperti go dan come : - He goes to school, she returned to the store, they are coming to the party tonight. [2]

  1. Form of the Simple Present and Present Progressive

The Present progressive tense is used with always (or an adverbial similar in meaning, such as continually, constantly, perpetually, for ever) to indicate frequent repetition, often with the suggestion of annoyana or irritation, or to call attention to a recent instance.[3]

SIMPLE PRESENT

PRESENT PROGRESSIVE

STATEMENT :

Pernyataan

{ I-You-We-They } work

{ He-She-It } works

I am working

{ You-We-They } are working

{ He-She-It } is working

NEGATIVE

Kalimat negative

{ I-You-We-They } do not work

{ He-She-It } does not work

I am not working

{ You-We-They } are not working

{ He-She-It } is not working

QUESTION

Pertanyaan

Do { I-You-We-They } work ?

Does { He-She-It } work ?

Am I working ?

Are { You-We-They } working ?

Is { He-She-It } working ?

  1. Perbandingan Simple Present Tense dengan Present Progressive

SIMPLE PAST PRESENT FUTURE

PRESENT TIME

I write every day wrote write write

Today yesterday tomorrow

PRESENT PROGRESSIVE : I am writing now.



Keterangan :

  1. Simple present digunakan untuk menunjukkan perbuatan atau kejadian yang diulang-ulang, dan menjadi kebiasaan
  2. Present progressive digunakan untuk menunjukkan suatu perbuatan atau kejadian yang sekarang ini sedang berlangsung yang sewaktu-waktu dapat berhenti.
  3. Present progressive juga disebut present continuous atau continuous present.
  4. Pola Present progressive adalah :

Be (am, are, is) + kata kerja + ing

Contoh :

· I am sitting in class right now

· Mary is sitting in class right now

· You are sitting in class right now

· We are studying lesson four now

· We are studying verbs today

· We are studying grammar this semester

· We are studying English this year

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> SHAPE  \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> <![endif]–>

  1. Present Progressive Tense

Digunakan untuk mengungkapkan suatu peristiwa/ perbuatan yang sedang berlangsung atau terjadi maupun tidak sedang berlangsung pada masa sekarang .

Rumus : subjek + to be (am, is, are) + verb ing form + objek.

Ex : I am writing a letter now

Negative sentence

Rumus : Subjek + to be + not + verb ing form + objek

Ex : I am not sleeping hence

I wan’t go out for speaking English book now

Introgatif sentence

Rumus : To be + subjek + verb ing form + objek.

Ex : is Mr. Teddy working at the project of PT Surya ?[4]

BAB III. PENUTUP

  1. Kesimpulan
  1. Present continuous (progressive) digunakan:

- untuk kata kerja perbuatan (actionverb)

- untuk menggambarkan sebuah perbuatan yang sedang terjadi sekitar sekarang ini

- untuk menggambarkan sebuah rencana yang segera dilakukan dimasa mendatang

  1. Present progressive diakhir kalimat didalam kalimatnya dibantu dengan ing yang artinya sedang melakukan.

  1. Saran

Dengan adanya penyusunan makalah bahasa Inggris semoga pemikiran maupun pemahaman kita makin bertambah dan maju demi masa depan kita yang cemerlang dan mudah-mudahan kiranya susun kata dalam makalah ini membantu kita dalam memahami Bahasa Inggris yang sebenar-benarnya.

Akhir kalam tim penyusun mengucapkan banyak terima kasih atas tersusunnya makalah ini dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

REFERENSI

Azhar, Schrampfer Betty. 1993. Understanding and Using English Grammar. Jakarta : Binarupa Aksara.

Horby. 1975. Guide to Patterns an Uses in English. Second edition

Izzan, Ahmad. 2005. Basic English Grammar. Jakarta : Kesaint Blanc

Suratin. 2004. Basic Grammar of English. Bandung : Yrama Widya

Wahyudi, Ribut. 2007. English Grammar. Jakarta :_______




[1] Azar Schrampfer Betly. Hal 11

[2] Ribut Yahyudi, hal 44

[3] Hornby, hal 100

[4] Drs. Ahmad Izzan M.Ag. hal 126

komputer

Desember 29, 2007

ahlan wasahlan

BAB I. PENDAHULUAN

Sebuah sistem komputer tidak akan dapat bekerja dengan baik jika salah satu dari ketiga komponen ini dihilangkan: Hardware, software, brainware. Hardware adalah bagian komputer yang ada secara fisik. Software adalah kode-kode instruksi yang dijalankan pada Hardware yang bersangkutan. Sedangkan brainware adalah manusia yang bertugas untuk mengoperasikan sistem komputer. Administrasi sistem adalah aspek yang berkaitan erat pada faktor brainware tersebut. Seorang sysadmin bertugas untuk menjaga agar sebuah sistem dapat tetap berjalan sesuai dengan fungsinya. Jika ada masalah pada sistem tersebut, dia berkewajiban untuk memperbaikinya. Setiap sistem komputer membutuhkan sysadmin, mulai dari komputer pribadi sampai ke mainframe berukuran besar. Semuanya tetap membutuhkan sysadmin. Jika anda adalah satu-satunya pengguna di komputer anda, anda adalah sysadmin bagi komputer anda sendiri. Anda semua adalah seorang sysadmin mungkin tanpa kesadaran anda sendiri.

Komputer memiliki beragam fasilitas untuk mengotomatisasi seluruh kegiatannya. Hal ini tentunya sangat memudahkan seorang administrator. Administrator tidak perlu melakukan pekerjaan yang berulang-ulang secara manual, pekerjaan yang demikian dapat diserahkan kepada sistem Komputer. Dengan perintah yang tepat, sistem akan dapat melakukan tugasnya tanpa perlu diperintah ulang

BAB II. HARDWARE

Perangkat keras komputer (hardware) adalah semua bagian fisik komputer, dan dibedakan dengan data yang berada di dalamnya atau yang beroperasi di dalamnya, dan dibedakan dengan perangkat lunak (software) yang menyediakan instruksi untuk perangkat keras dalam menyelesaikan tugasnya.

Hardware adalah perangkat keras yang akan melengkapi sekaligus mendukung segala kegiatan komputer. hardware adalah istilah yang hanya digunakan oleh komputer dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya. Disebut perangkat keras dikarenakan kalau dipegang keras, tapi memang seperti itulah pengertian gampangnya.

Batasan antara perangkat keras dan perangkat lunak akan sedikit buram kalau kita berbicara mengenai firmware, karena firmware ini adalah perangkat lunak yang “dibuat” ke dalam perangkat keras. Firmware ini merupakan wilayah dari bidang ilmu komputer dan teknik komputer, yang jarang dikenal oleh pengguna umum.

Berikut ini, kita akan membahas satu persatu tentang bagian-bagian dari hardware tersebut:

A. Monitor

Monitor adalah perangkat yang berfungsi sebagai sarana untuk melihat segala kegiatan yang dilakukan kita pada komputer. Jenis monitor bisa ditentukan dari beberapa sisi, misalnya :

Dari segi ukuran
Dari segi ini monitor dibedakan berdasarkan Inch (“). Ada yang 14″, 15″, 17″, 21″, dst. Tanda ” (petik diatas) dibaca Inch .

Dari segi bentuk

Bentuk-bentuk yang ditawarkan monitor misalnya : layar datar ( Flat) cembung, tipis dan datar ( Slim and Flat ), semi datar ( Semi Flat ), dan mungkin akan muncul inovasi baru dalam masalah bentuk ini, Insya Allah .

Dari segi perintah configurasi

Terdapat tiga jenis monitor jika dilihat dari segi perintah congfigurasi, yaitu :

Analog , adalah monitor yang perubahan bentuk gambar vertical, horizontal dan fitur-fitur yang lainnya menggunakan tombol yang diputar, biasanya tombol ini berada dibagian bawah tabung. Memutar ke sebelah kanan berarti meningkatkan configurasi, dan memutar sebelah kiri berarti mengurangi konfigurasi.

Semi Digital , adalah jenis monitor yang sebagian tombolnya mengunakan tombol putar dan sebagian lagi tombol pencet.

Digital, adalah monitor yang segala konfigurasinya diatur oleh tombol pencet.

Konfigurasi disini, adalah ukuran vertikal (memanjang ke atas bawah), horizontal (memanjang ke samping kanan kiri), contrast, Bright, cembung, cekung, dll (tergantung pada fitur yang disediakan monitor).

a. Masalah kecil yang biasa dialami

Sehebat apapun sesuatu, pasti ada kelemahannya. Namun, tentunya untuk menanggulangi kelemahan ini diperlukan beberapa trik dan solusi khusus. Masalah yang sering terjadi pada monitor diantaranya adalah sebagai berikut :

Warna layar memudar atau dibeberapa bagian ada yang berwarna lain (biasanya di pojok atas atau bawah), misalnya warna merah dan hijau. Sekalipun monitor baru tidak akan luput dari masalah ini. Penyebab ringannya adalah gangguan radiasi yang ditimbulkan oleh sumber listrik pada perangkat yang lain, misalnya terlalu dekat dengan CPU atau sumber listrik atau apapun. Solusinya, tentukan letak monitor pada posisi yang tepat. Jangan dekat dengan arus yang mengandung magnet. Pengen bukti?, coba saja tempelkan obeng yang meng
andung magnet pada tabung monitor, bagaimana hasilnya ?

Jika dengan cara tersebut ternyata warna masih memdudar, serahkan saja pada teknisi monitor ( hehehe ), bisa jadi ada masalah dengan IC warna.

Intinya, monitor adalah perangkat yang berfungsi sebagai sarana untuk melihat segala kegiatan komputer.

b. Jenis kabel monitor

Ada dua macam kabel yang ada pada monitor. Yaitu kabel power dan kabel data . Rincinya sebagai berikut :

Kabel Power adalah kabel yang dikoneksikan ke sumber listrik (secara langsung

maupun lewat power supply).

Bentuk kabel power, jika dikoneksikan langsung ke sumber listrik, bentuknya sama dengan kabel power CPU ( Jack Cewe ). Tapi jika dikoneksikan ke CPU bentuknya lebih besar sesuai ukuran lubang yang disediakan power supply ( Jack Cowo ).

Kabel Data adalah kabel yang dikoneksikan ke CPU pada satu perangkat yang bernama Vga ( Video graphic Adapter ), Vga inilah yang mengantarkan gambar dari CPU ke monitor.

Demikian pembahasan mengenai monitor.

B. CPU

CPU ( Central Processor Unit ) adalah sekumpulan perangkat yang dipasang pada mainboard / motherboard (papan induk), untuk selanjutnya akan menggunakan istilah mainboard . Mainboard inilah yang menampung dan mengurus segala kegiatan yang dilakukan perangkat dipasang padanya. Perangkat-perangkat yang dipasang pada mainboard adalah sebagai berikut :

  1. Power Supply

Power Supply merupakan mediator yang menghubungkan antara mainboard dan sumber listrik. Letaknya terdapat di bagian belakang casing (pembungkus CPU). Ada dua jenis power supply yang digunakan mainboard , yaitu sebagai berikut :

· AT , yaitu power supply yang salah satu kabelnya menyatu dengan tombol power, sehingga untuk mengetesnya cukup dengan memencet tombol yang memang sudah disediakan. Tapi jika tombol tersebut belum disediakan. Power supply jenis ini tidak dapat mati otomatis ketika komputer di- Shut down. Kabel yang menyambung dengan mainboardnya harus hitam ketemu hitam ,

· ATX , adalah power supply yang dapat mati otomatis ketika komputer di- Shut down . Enaknya power supply ini, kita tidak usah menentukan posisi pertemuan kabel, pemasangan pada mainboard dilakukan hanya dengan menyesuaikan posisi yang disediakan mainboard . Pada ATX , tidak ada kabel yang menyatu dengan tombol power. Kegiatannya diatur oleh indikator power yang dipasang pada mainboard dari tombol power. Untuk menguji power supply ATX adalah dengan cara sebagai berikut :

Siapkan kawat pendek

Masukkan salah satu ujung kawat ke lubang kabel hijau , dan ujung yang lain ke lubang kabel hitam .

Kalau memang masih normal, dijamin kipas yang terdapat didalamnya akan berputar.

Jika ternyata tidak berputar, coba ganti kipasnya dengan kipas yang lain, dan gunakan cara yang tadi. Kalau masih tidak berputar juga, ganti saja.

  1. Papan sistem/papan induk (motherboard) yang merupakan tempat CPU, memori dan bagian lainnya, dan memiliki slot untuk kartu tambahan.

A. RAM – tempat penyimpanan data jangka pendek, sehingga komputer tidak perlu selalu mengakses hard disk untuk mencari data. Jumlah RAM yang lebih besar akan membantu kecepatan PC

B. Modem internet

C. ROM (Read Only Memory) di mana firmware diletakkan

D. Kartu Kartu suara – menerjemahkan signal dari papan sistem ke bahasa yang dapat dimengerti oleh speaker, dan memiliki terminal untuk mencolok kabel suara speaker.

E. Kabel Data yaitu kabel yang dikoneksikan ke CPU pada satu perangkat yang bernama Vga ( Video graphic Adapter ), Vga inilah yang mengantarkan gambar dari CPU ke monitor.

  1. CPU (Central Processing Unit) sebagai otak dan bagian utama computer. Biasanya disebut prosesor.
  2. Beberapa jenis penyimpanan komputer:

A. CD - tipe paling umum media yang dapat dilepas, murah tapi mudah rusak.

a. CD-ROM

b. CD-RW

c. CD-R

d. DVD

e. DVD-ROM

f. DVD-RW

g. DVD-R

B. Floppy disk

  1. Penyimpanan dalam – menyimpan data dalam komputer untuk penggunaan jangka panjang.

A. Hard disk – untuk penyimpanan data jangka panjang

B. Disk array controller

Sebagai tambahan, perangkat keras dapat memasukan komponen luar lainnya. Di bawah ini merupakan komponen standar atau yang umum digunakan.

Keyboard Modem internet

Joystick Mouse

Gamepad Webcam

Tablet Grafis Scanner gambar

Printer Speaker

Flash disk Hardisk eksternal

BAB III. SOFTWARE

A. Pengertian software

software adalah sarana yang memberitahukan hardware apa yang harus dikerjakannya. Berbeda dengan hardware, software adalah sesuatu yang abstrak. Ia hanya dapat dilihat dari apa yang dilakukannya terhadap hardware. software dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu sistem operasi dan program aplikasi. Sistem Operasi adalah software yang bertugas mengontrol dan mengkoordinasikan pengunaan hardware untuk berbagai Aplikasi untuk bermacam-macam pengguna. Sementara program aplikasi, adalah software yang menentukan bagaimana sumber daya digunakan untuk menyelesaikan masalah user. Akan tetapi kebanyakan software yang tersebar di Inodonesia adalah software bajakan, karena barangkali software aslinya yang sangat mahal.

B. software Opensource

Ada cara bagi yang berminat untuk memberantas pembajakan. Yaitu menggunakan software- software berlisensi publik (GPL). Ada banyak software publik yang bisa digunakan. Keberadaan software ini dapat diperoleh dengan cara mendownload dari internet. software ini dikenal dengan software opensource.

software open source adalah software yang menyertakan kode sumber (source code) dalam pendistribusiannya kepada umum. Sehingga, setiap orang bebas memodifikasi software tersebut dan menyebarluaskan kembali hasil modifikasinya baik secara gratis maupun komersial namun harus tetap menyertakan source code yang telah dimodifikasi tadi.

Dengan metode seperti ini, software yang bersifat open source dapat berkembang sangat cepat karena setiap orang di belahan dunia manapun dapat mengembangkannya sesuai dengan keinginan dan kreativitasnya masing-masing. Produk-produk open source yang telah digunakan di ITB saat ini terutama adalah produkproduk berbasis *NIX (Unix,Komputer dan sejenisnya) baik sistem operasinya maupun aplikasi-aplikasi yang berjalan diatasnya. Sebagian besar komputer server di ITB menggunakan sistem operasi FreeBSD.

Selain istilah open source, terdapat istilah lain yaitu Free software. Sebenarnya kedua istilah ini memiliki pengertian yang hampir sama namun tidak identik. Free software adalah software yang membebaskan setiap penggunanya untuk me-run, meng-copy, mendistribusikan, mempelajari, merubah dan melakukan penambahan/perbaikan terhadap software tersebut. Karena free software adalah software yang memungkinkan penggunanya untuk mempelajari software tersebut maka prasarat agar software ini dapat dipelajari adalah disertakannya kode sumber software tersebut (sama seperti software open source)

Perbedaan antara open source dan free software ialah open source dapat berupa software yang berlisensi atau bebas sama sekali dengan tetap menyertakan kode sumbernya sedangkan free software berupa software bebas. Biaya distribusi baik untuk open source ataupun free software dapat dikenakan ataupun tidak.

Sebenarnya perbedaan antara open source dan free software tidak hanya seperti yang dipaparkan diatas. Namun, open source dan free software memiliki perbedaan yang cukup kompleks. Perbedaan itu terjadi karena kedua pengertian software ini menggunakan filosofi dan pendekatan yang berbeda. Untuk lebih jelas, pengertian open source dapat dilihat di alamat http://www.opensource.org dan pengertian free software dapat dilihat di alamat http://www.gnu.org/

KESIMPULAN

v System komputer tidak akan dapat bekerja dengan baik jika salah satu dari ketiga komponen ini dihilangkan: Hardware, software, brainware.

v Hardware adalah perangkat keras yang akan melengkapi sekaligus mendukung segala kegiatan komputer. hardware adalah istilah yang hanya digunakan oleh komputer dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya.

v Software adalah sarana yang memberitahukan hardware apa yang harus dikerjakannya. Berbeda dengan hardware, software adalah sesuatu yang abstrak. Ia hanya dapat dilihat dari apa yang dilakukannya terhadap hardware.

v Monitor adalah perangkat yang berfungsi sebagai sarana untuk melihat segala kegiatan yang dilakukan kita pada computer.

v CPU ( Central Processor Unit ) adalah sekumpulan perangkat yang dipasang pada mainboard / motherboard (papan induk).

v software open source adalah software yang menyertakan kode sumber (source code) dalam pendistribusiannya kepada umum.

v Free software adalah software yang membebaskan setiap penggunanya untuk me-run, meng-copy, mendistribusikan, mempelajari, merubah dan melakukan penambahan/perbaikan terhadap software tersebut

DAFTAR REFERENSI

http://www.infolinux.web.id/

http://id.wikipedia.org/wiki/Perangkat_keras

http://andibastian.info/detail.php?id=7

http://en.wikipedia.org/wiki/Defragmentation

http://www.comlabs.itb.ac.id/?p=46

al-Quran sumber ajaran islam

Desember 29, 2007

ahlan wasahlan

BAB I. ALQUR’AN SEBAGAI SUMBER AGAMA ISLAM

Al-Quran dan Nabi dengan sunnahnya merupakan dua hal pokok dalam ajaran Islam. Keduanya merupakan hal sentral yang menjadi ”jantung” umat Islam. Karena seluruh bangunan doktrin dan sumber keilmuan Islam terinspirasi dari dua hal pokok tersebut. Oleh karena sangat wajar dan logis bila perhatian dan apresiasi terhadap keduanya melebihi perhatian dan apresiasi terhadap bidang yang lain.

Seperti kita ketahui bahwa Al-Qur’an merupakan buku petunjuk (kitab hidayah) khususnya bagi umat Islam serta umat manusia pada umumnya. Al-Qur’an juga menjadi Manhajul hayah (Kurikulum kehidupan) bagi manusia di dalam meniti hidup di gelanggang kehidupan ini. Satu hal yang juga disepakati oleh seluruh ummat Islam ialah kedudukan Al-Qur’an sebagai sumber utama hukum Islam, pembahasan berikut akan menjelaskan berbagai alasan (hujjah) yang menguatkan kesepakatan umat tersebut.

1. Pengertian Al-Qur’an

Di kalangan para ulama dijumpai adanya perbedaan pendapat di sekitar pengertian Al-Qur’an baik dari bahasa maupun istilah. As-Syafi’i misalnya mengatakan bahwa Al-Qur’an bukan berasal dari kata apa pun, dan bukan pula ditulis dengan hamzah. Lafadz tersebut sudah lazim dipergunakan dalam pengertian kalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAMSementara Al-Farra berpendapat bahwa lafadz Al-Qur’an berasal dari kata qarain jamak dari kata qarinah yang berarti kaitan ; karena dilihat dari segi makna dan kandungannya ayat-ayat Al-Qur’an itu satu sama lain saling berkaitan. Selanjutnya Al-Asy’ari dan para pengikutnya mengatakan bahwa lafadz Al-Qur’an diambil dari akar kata qarn yang berarti menggabungkan sesuatu atas yang lain; karena surah-surah dan ayat-ayat Al-Qur’an satu dan lainnya saling bergabung dan berkaitan.

Pengertian-pengertian kebahasaan yang berkaitan dengan Al-Qur’an tersebut sungguh pun berbeda tetapi masih dapat ditampung oleh sifat dan karakteristik Al-Qur’an itu sendiri, yang antara lain ayat-ayatnya saling berkaitan satu dan lainnya. Oleh karena itu penulis mencoba pula untuk memaparkan pengertian Al-Qur’an secara etimologis dan terminologis berdasarkan pendapat beberapa ahli.

Secara etimologis, Al-Qur’an merupakan Masdar dari kata kerja “Qoroa” yang berarti bacaan atau yang ditulis, sedang menurut Quraish Shihab berarti bacaan yang sempurna.

Secara terminologis para ulama mengemukakan berbagai definisi sebagai berikut :

Safi’ Hasan Abu Thalib menyebutkan :

القران هو الكتاب منزل بالفاظه العربية ومعانيه من عند الله تعالى عن طريق الوحي الى النبي محمد عليه الصلاة والسلام و هو اسا س الشريعة واصلها الاول

Al-Quran adalah wahyu yang diturunkan dengan lafal Bahasa Arab dan maknanya dari Allah SUBHANAHU WA TAALA melalui wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM, Ia merupakan dasar dan sumber utama bagi syariat.

Dalam hubungan ini Allah sendiri menegaskan dalam firman-Nya :

انا انزلنه قرانا عربيا لعلكم تعقلون

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. (QS. Yusuf : 2)]

Sedangkan menurut Zakaria Al-Birri], yang dimaksud Al-Qur’an adalah : Al-Kitab yang disebut Al-Qur’an dalah kalam Allah SUBHANAHU WA TAALA, yang diturunkan kepada Rasul-Nya Muhammad SALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM dengan lafal Bahasa Arab dinukil secara mutawatir dan tertulis pada lembaran-lembaran mushaf.

Sementara Al-Ghazali dalam kitabnya Al-Mustasfa menjelaskan bahwa yang dimaksud Al-Quran adalah:

Al-Quran yaitu merupakan firman Allah SUBHANAHU WA TAALA”.

Dari ketiga definisi di atas, pada dasarnya mengacu pada maksud yang sama. Definisi pertama dan kedua sama-sama menyebutkan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM dengan menggunakan bahasa Arab. Adapun bedanya definisi kedua lebih menegaskan bahwa Al-Qur’an dinukil secara mutawatir. Adapun definisi ketiga, yang dikemukakan oleh Al-Ghazali ternyata hanya menyebutkan bahwa Al-Qur’an merupakan firman Allah SUBHANAHU WA TAALA, akan tetapi , Al-Ghazali dalam uraian selanjutnya menyebutkan bahwa Al-Qur’an bukanlah perkataan Rasulullah, beliau hanya berfungsi sebagai orang yang menyampaikan apa yang diterima dari Allah SUBHANAHU WA TAALA

Nabi hanya berfungsi pe
mbawa atau penyampai apa-apa yang diterima dari Allah, bahwa Allah menetapkan hukum-hukum.

Untuk lebih memperjelas definisi Al-Qur’an ini penulis juga nukilkan pula pendapat Dawud Al-Attar. Di mana beliau menyebutkan bahwa, Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad secara lafaz (lisan), makna serta gaya bahasa (uslub)-nya, yang termaktub dalam mushaf yang dinukil secara mutawatir

Definisi di atas mengandung beberapa kekhususan sebagai berikut :

a. Al-Qur’an sebagai wahyu Allah, yaitu seluruh ayat Al-Qur’an adalah wahyu Allah; tidak ada satu kata pun yang datang dari perkataan atau pikiran Nabi.

b. Al-Qur’an diturunkan dalam bentuk lisan dengan makna dan gaya bahasanya. Artinya isi maupun redaksi Al-Quran datang dari Allah sendiri.

c. Al-Qur’an terhimpun dalam mushaf, artinya Al-Qur’an tidak mencakup wahyu Allah kepada Nabi Muhammad dalam bentuk hukum-hukum yang kemudian disampaikan dalam bahasa Nabi sendiri.

d. Al-Qur’an dinukil secara mutawatir, artinya Al-Qur’an disampaikan kepada orang lain secara terus-menerus oleh sekelompok orang yang tidak mungkin bersepakat untuk berdusta karena banyaknya jumlah orang dan berbeda-bedanya tempat tinggal mereka.

Sebetulnya masih terdapat sejumlah definisi lain yang dirumuskan oleh para Ulama, tetapi kelihatannya mengandung maksud yang sama meskipun secara redaksional berbeda.

Dalam kaitannya dengan sumber dalil, Al-Qur’an oleh ulama ushul sering disebut dengan Al-Kitab. Umumnya di dalam kitab-kitab ushul, para ulama ushul dalam sistematika dalil yang mereka susun menyebut Al-Quran dengan Al-Kitab.

Hal ini tentu saja bisa dipahami, sebab di dalam Al-Qur’an sendiri sering disebut Al-Kitab –yang dimaksud adalah Al-Qur’an. Seperti firman Allah :

Kitab (al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah : 1 )

Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi SALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM dengan menggunakan bahasa Arab, yang penukilannya disampaikan secara mutawatir, dari generasi ke generasi, hingga sampai sekarang ini, Penukilan Al-Qur’an dilakukan oleh para sahabat dengan menghafalnya dan menyampaikan ke generasi setelah mereka melalui sanad yang mutawatir. Dengan demikian otentisitas dan keabsahan Al-Qur’an dan terpelihara sepanjang masa serta tidak akan pernah berubah. Hal dibenarkan oleh Allah dalam firman-Nya :

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al-Hijr : 9)

2. Kehujjahan Al-Qur’an sebagai Sumber Agama

Sebagaimana disebutkan oleh Abdul Wahab Khallaf], bahwa kehujjahan Al-Qur’an itu terletak pada kebenaran dan kepastian isinya yang sedikitpun tidak ada keraguan atasnya. Dengan kata lain Al-Qur’an itu betul-betul datang dari Allah dan dinukil secara qat’iy (pasti). Oleh karena itu hukum-hukum yang terkandung di dalam Al-Qur’an merupakan aturan-aturan yang wajib diikuti oleh manusia sepanjang masa. Sementara M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa Al-Qur’an sebagai wahyu , merupakan bukti kebenaran Nabi Muhammad SALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM sebagai utusan Allah, tetapi fungsi utamanya adalah sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia.

Sebagai sumber ajaran Islam yang utama Al-Qur’an diyakini berasal dari Allah dan mutlak benar. Keberadaan Al-Qur’an sangat dibutuhkan manusia. Di kalangan Mu’tazilah dijumpai pendapat bahwa Tuhan wajib menurunkan Al-Qur’an bagi manusia, karena manusia dengan segala daya yang dimilikinya tidak dapat memecahkan berbagai masalah yang dihadapinya. Bagi Mu’tazilah Al-Qur’an berfungsi sebagai konfirmasi, yakni memperkuat pendapat-pendapat akal pikiran, dan sebagai informasi terhadap hal-hal yang tidak dapat diketahui oleh akal. Di dalam Al-Qur’an terkandung petunjuk hidup tentang berbagai hal walaupun petunjuk tersebut terkadang bersifat umum yang menghendaki penjabaran dan perincian oleh ayat lain atau oleh hadis. Petunjuk Al-Qur’an terkadang memang bersifat global sehingga menerapkannnya perlu ada pengolahan dan penalaran akal manusia, dan karena itu pula Al-Qur’an diturunkan untuk manusia berakal. Kita misalnya disuruh spuasa, haji dan sebagainya. Tetapi cara-cara mengerjakan ibadah tersebut tidak kita jumpai dalam Al-Qur’an, melainkan dalam hadis Nabi yang selanjutnya dijabarkan oleh para ulama sebagaimana kita jumpai dalam kitab-kitab fiqih.

Dengan demikian jelas bahwa kehujjahan (argumentasi) Al-Qur’an sebagai wahyu tidak seorangpun mampu membantahnya –di samping semua kandungan isinya tak satupun yang bertentangan dengan akal manusia sejak awal diturunkan hingga sekarang dan seterusnya. Lebih-lebih di abad modern ini, di mana perkembangan sains modern sudah sampai pada puncaknya dan kebenaran Al-Qur’an semakin terungkap serta dapat dibuktikan secara ilmiah.

3. Al-Qur’an Sebagai Sumber Hukum

Seluruh mazhab dalam Islam sepakat bahwa Al-Qur’an adalah sumber hukum yang paling utama, dengan kata lain, Al-Qur’an menempati posisi awal dari tertib sumber hukum dalam berhujjah. Al-Qur’an dipandang sebagai sumber hukum yang utama dari sumber-sumber yang ada. Safi’ Hasan Abi Thalib menegaskan :

al-Qur’an dipandang sebagai sumber utama bagi hukum-hukum syari’at. Adapun sumber-sumber lainnya adalah sumber yang menyertai dan bahkan cabang dari Al-Qur’an. Dan dari sini, jelas bahwa Al-Qur’an menempati posisi utama dalam berargumentasi, tidak boleh pindah kepada yang lain kecuali apabila tidak ditemukan di dalamnya.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jelaslah bahwa Al-Qur’an adalah sumber hukum utama dalam ajaran Islam. Adapun sumber-sumber lainnya merupakan pelengkap dan cabang dari Al-Qur’an, karena pada dasarnya sumber-sumber lain itu akan kembali kepada Al-Qur’an. Al-Ghazali bahkan mengatakan , pada hakikatnya sumber hukum itu satu, yaitu firman Allah SUBHANAHU WA TAALA. Sebab sabda Rasulullah bukanlah hukum, tetapi sabda beliau merupakan pemberitaan tentang bermacam-macam hukum Allah SUBHANAHU WA TAALA.

Dari uraian di atas jelas bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah, menjadi sumber utama dalam melakukan istinbath hukum. Tidak seorang pun ulama dan umat Islam yang membantahnya.

BAB II. FUNGSI AL-QUR’AN

Adapun beberapa fungsi Al-Qur’an adalah sebagai berikut

1.(كلام الله) Kalam Allah.

Bahwa Al-Qur’an merupakan firman Allah yang Allah ucapkan kepada Rasulullah SALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM melalui perantaraan malaikat Jibril as. Firman Allah merupakan kalam (perkataan), yang tentu saja tetap berbeda dengan kalam manusia, kalam hewan ataupun kalam para malaikat. Allah berfirman (QS. 53 : 4) :
إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوحَى

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

2. (المعجز) Mu’jizat.

Kemu’jizaan Al-Qur’an merupakan suatu hal yang sudah terbukti dari semejak zaman Rasulullah SALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM hingga zaman kita dan hingga akhir zaman kelak. Dari segi susunan bahasanya, sejak dahulu hingga kini, Al-Qur’an dijadikan rujukan oleh para pakar-pakar bahasa. Dari segi isi kandungannya, Al-Qur’an juga sudah menunjukkan mu’jizat, mencakup bidang ilmu alam, matematika, astronomi bahkan juga ‘prediksi’ (sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-Rum mengenai bangsa Romawi yang mendapatkan kemenangan setelah kekalahan), dsb. Salah satu bukti bahwa Al-Qur’an itu merupakan mu’jizat adalah bahwa Al-Qur’an sejak diturunkan senantiasa memberikan tantangan kepada umat manusia untuk membuat semisal al-Qur’an tandingan, jika mereka memiliki keraguan bahwa Al-Qur’an merupakan kalamullah. Allah SUBHANAHU WA TAALA berfirman (QS. 2 : 23 – 24):

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.”

Bahkan dalam ayat lainnya, Allah menantang mereka-mereka yang ingkar terhadap Al-Qur’an untuk membuat semisal Al-Qur’an, meskipun mereka mengumpulkan seluruh umat manusia dan seluruh bangsa jin sekaligus (QS. 17 : 88):

“Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”.

3.Diturunkan kepada Nabi Muhammad

Bahwa Al-Qur’an ini diturunkan oleh Allah SUBHANAHU WA TAALA langsung kepada Rasulullah SALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM melalui perantaraan malaikat Jibril as. Allah SUBHANAHU WA TAALA menjelaskan dalam Al-Qur’an (QS. 26 : 192 – 195)

“Dan sesungguhnya al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.”

4. Pegangan Hukum yang Pasti

Semua umat muslim yang benar-benar beriman didunia mengimani bahwa al-Qur’an adalah pengambilan hukum yang pertama dan utama. Untuk itulah disini fuingsi al-Qur’an sebagai pegangan hukum yang sudah pasti dan harus diimani dan diamalkan oleh seluruh umat Islam

BAB III. PENDEKATAN MEMAHAMI ALQUR’AN

  1. Dalalah Al-Qur’an

Yang dimaksud dengan dalalah dalam konteks pemahaman makna atau pengertian dari nash ialah petunjuk yang dapat dijadikan pegangan untuk membawa kepada pengertian yang dikehendaki. Dengan kata lain, dalalah berkaitan dengan bagaimana pengertian atau makna yang ditunjukkan oleh nash dapat dipahami. Menurut istilah Muhammad Al-Jurjani dalam kitab Al-Ta’rifat disebut dengan Kaifiyah dalalah Al-lafdz ‘ala Al-ma’na.

Dalam kajian Ushul Fiqih, untuk dapat memahami nash apakah pengertian yang ditunjukkan oleh unsur-unsur lafalnya itu jelas, pasti atau tidak. Para ulama ushul menggunakan pendekatan apa yang dikenal dengan istilah qat’iy dan zanniy. Terma ini digunakan untuk nash-nash yang lafalnya menunjukkan kepada pengertian atau makna yang sudah jelas dan tegas serta tidak mungkin diragukan.

a. Terma Qat’iy

Tentang terma qat’iy dan hubungannya dengan nash, maka ulama ushul membaginya kepada dua macam yaitu :

  1. Qat’iy Al-Wurud yaitu Nash-nash yang sampai kepada kita adalah sudah pasti tidak dapat diragukan lagi karena diterima secara mutawatir.
  2. Qat’iy Al-Dalalah yaitu Nash-nash yang menunjukkan kepada pengertian yang jelas, tegas serta tidak perlu lagi penjelasan lebih lanjut.

b. Terma Zanniy

Sedangkan terma Zanniy dan hubungannya dengan nash, terbagi dua macam pula yaitu :

1. Zanniy Al-Wurud yaitu Nash-nash yang masih diperdebatkan tentang keberadaannya karena tidak dinukil secara mutawatir

2. Zanniy Al-Dalalah yaitu Nash-nash yang pengertiannya tidak tegas yang masih mungkin untuk ditakwilkan atau mengandung pengertian lain dari arti literalnya.

Dalam hubungan ini, bila dihubungkan dengan Al-Qur’an dari segi keberadaannya adalah qat’iy Al-Wurud karena Al-Qur’an itu sampai kepada kita dengan cara mutawatir yang tidak diragukan kebenarannya. Bila Al-Qur’an dilihat dari segi dalalahnya, maka ada yang qat’iy dalalah dan zanniy dalalah.

Umumnya nash-nash Al-Qur’an yang dikategorikan qat’iy Al-dalalah ini, lafal dan susunan kata-katanya menyebutkan angka, jumlah atau bilangan tertentu serta sifat nama dan jenis.

Salah satu contoh ayat yang qat’iy Al-dalalah :

ولكم نصف ما ترك ازواجكم ان لم يكن لهن ولد …

Dan bagi kamu (suami-suami) mendapat seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istri kamu, jika mereka tidak mempunyai anak … (QS. Al-Nisa : 12)

Ayat ini berbicara tentang pembagian harta pusaka/warisan. Ayat ini dalalahnya qat’iy, jelas dan tegas, karena terdapat kata nisfun (seperdua) yang tidak ada pengertian lain kecuali menunjukkan kepada maksud yang dikehendaki oleh kata itu sendiri, yaitu jumlah tertentu.

Kemudian , nash Al-Qur’an di samping qat’iy Al-dalalah ada juga yang zanniy Al-dalalah. Nash-nash Al-Qur’an yang dikategorikan pada kelompok yang disebutkan terakhir ini adalah bila lafal-lafalnya diungkapkan dalam bentuk ‘am, musytarak, dan mutlaq. Ketiga bentuk lafal ini dalam kaidah ushuliyah mengandung makna atau pengertian yang banyak dan tidak tegas. Dalam penelitian ulama ushul ternyata banyak nash-nash Al-Qur’an yang dikategorikan zanniy Al-dalalah ini, dan pada bagian ini banyak menimbulkan perdebatan di kalangan ulama ushul. Contoh berikut ini dapat dilihat secara jelas :

و المطلقات يتربصن بانفسهن ثلاثة قروء …

Wanita-wanita yang ditalak (diceraikan) hendaklah mereka menahan diri (menunggu) selama tiga kali quru. (QS. Al-Baqarah : 228) Yang menjadi persoalan di sini adalah pengertian kata “quru” yang musytarak yaitu mengandung arti lebih dari satu. Kadang dalam bahasa Arab diartikan “al-Tohr” (suci) dan kadang-kadang diartikan pula Al-Haydoh (haid). Masing-masing dari arti dari lafadz quru ini menghasilkan deduksi hukum yang berbeda. Artinya jika quru diartikan dengan suci dan tentu masa ‘iddahnya lebih lama atau lebih panjang daripada arti haid. Hal ini karena penghitungannya ditekan
kan setelah suci (bersih) dari haid secara berturut-turut tiga kali.

Berbeda halnya jika lafal quru diartikan dengan haid, artinya jika wanita yang ditalak oleh suaminya telah nya dan terbukti haid berturut-turut tiga kali, maka habislah masa ‘iddahnya dan tidak mesti menunggu sampai ia suci (bersih).

Pada prakteknya kalangan mazhab Hanafi berpegang bahwa lafal quru berarti haid, karena berdasarkan qarinah bahwa sasaran ‘iddah tersebut adalah terkait dengan wanita apakah rahimnya bersih dari benih-benih kehamilan atau tidak dan hal ini hanya bisa dibuktikan dengan haid bukan suci. Sementara itu kalangan mazhab Syafi’i berpendapatr bahwa lafal quru berarti suci, karena qarinahnya menunjukkan kata bilangan muannas (jenis perempuan) sedangkan yang terbilang (al-ma’dud) adalah muzakar yaitu Al-tohr. Demikian penjelasan Abdul Wahab Khalaf dalam bukunya.

Dari contoh di atas dapat dipahami bahwa dalil nash yang dikelompokkan kepada zanniy Al- dalalah memberi peluang untuk terjadinya perbedaan pendapat di kalangan mujtahid di dalam mengambil istinbat hukum, sehingga tidak bisa dihindari terjadinya produk hukum yang berbeda.

BAB IV AL-QUR’AN SEBAGAI KALAMULLAH

Kitab suci Al-Quran atau kalam Allah diturunkan kepada Baginda Rasulullah s.a.w. melalui perantaraan Malaikat Jibril a.s. secara berperingkat-peringkat selama 23 tahun. Penurunannya adalah mengikut suasana semasa yang berlaku ketika itu atau mengisahkan peristiwa yang memerlukan istinbat hukum. Kandungan Al-Quran itu merangkumi ayat-ayat yang menyentuh pelbagai aspek kehidupan manusia seperti mengatur cara hidup bermasyarakat, cara beribadah, pembahagian harta pusaka, urusan kekeluargaan, urusan pentadbiran dan pembangunan negara, urusan pendidikan, ekonomi dan sebagainya. Kesemua kandungan ini tetap menjadi sumber rujukan yang unggul dan abadi sehingga ke hari kiamat .

Al-Quran merupakan wahyu dan mukjizat kepada Baginda Rasulullah s.a.w., ia juga merupakan kitab yang terakhir yang diturunkan ke dunia ini, manakala membaca dan mempelajarinya merupakan suatu ibadah kepada Allah s.w.t. Selain daripada itu, Al-Quran juga mempunyai rahsia dan hikmah yang tinggi. Kunci kerahsiaannya perlu digali, pintu hikmahnya perlu diterokai supaya arah tuju perjalanan hidup kita sentiasa dalam keredhaan Allah s.w.t. Lebih-lebih lagi kita wajib mempercayai kitab Al-Quran kerana ia merupakan pelengkap kepada kesempurnaan rukun Iman seseorang Muslim

BAB V. ULUMUL QUR’AN

  1. Qur’an di Jaman Rasul dan Sahabat

Para sahabat nabi adalah orang-orang Arab murni, mampu mencerna kesusasteraan bermutu tinggi. Mereka dapat memahami ayat-ayat al-Qur’an yang turun kepada Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallamJika menghadapi kesukaran dalam memahami sesuatu mengenai al- Qur’an, mereka menanyakannya langsung kepada beliau. Misa1nya, pertanyaan mereka1. ketika turun ayat: “dan tidak mencampur iman mereka dengan kedzaliman” (al-An’am, 82). Mereka bertanya kepada beliau: “Siapakah di antara kita yang tidak pernah dzalim terhadap diri sendiri”. ? Rasulullah dalam jawabannya menafsirkan kata “kedzaliman” pada ayat tersebut dengan “syirik”, dan sebagai da1il beliau menunjuk firman A11ah Subhanahu wa Taala dalam surah Luqman, 13 yang menegaskan: “Sungguhlah bahwa syirik adalah kedzaliman yang amat besar”.

Kepada beliau Allah Subhanahu wa Taala te1ah menurunkan Kitab
suci a1-Qur’an dan mengajar dan kepada beliau segala sesuatu yang tidak beliau ketahui sebelumnya. Karunia Allah kepada beliau sungguh teramat besar. Pada masa hidup Rasulullah dan masa berikutnya, pada zaman generasi para sahabat Nabi, tidak ada kebutuhan sama sekali untuk menulis atau mengarang buku-buku tentang i1mu al-Qur’an2..

Sebagian besar para sahabat Nabi terdiri dari orang-orang buta huruf, dan alat tulis-menulis pun tidak dapat mereka peroleh dengan mudah. Itu merupakan halangan bagi kegiatan menulis buku tentang i1mu al-Qur’an. Selain itu Rasulul1ah sendiri melarang para sahabatnya menulis sesuatu yang bukan al-Qur’an. Pada masa permulaan turunnya wahyu be1iau mewanti-wanti: “Janganlah kalian menulis sesuatu tentang diriku. Siapa yang sudah menulis tentang diriku, bukan al-Qur’an, hendaklah menghapusnya. Tak ada salahnya bila kalian berbicara mengenai diriku. Namun, siapa yang sengaja berbicara bohong mengenai diriku, hendaknya ia siap menempali tempatnya didalam neraka”3.
Larangan beliau itu didorong kekhawatiran akan terjadinya pencampuran al-Qur’an dengan hal-hal lain yang bukan dari al-Qur’an.

Pada zaman hidupnya Rasulullah maupun pada zaman berikutnya, yakni zaman kekhalifahan Abubakar dan ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, i1mu al-Qur’an masih diriwayatkan melalui penuturan secara lisan. Ketika zaman kekha1ifahan ‘Utsman ra dimana orang Arab mulai bergaul dengan orang-orang non Arab, pada saat itu ‘Utsman memerintahkan supaya kaum mus1imin berpegang pada mushaf induk dan membuat reproduksi menjadi beberapa buah naskah untuk dikirim ke daerah-daerah. Bersamaan dengan itu ia memerintahkan supaya membakar semua mushaf lainnya yang ditulis orang menurut caranya masing-masing. Riwayat terinci mengenai hal itu dan sebab-sebab pendorongnya te1ah kami kemukakan pada bagian tedahulu. Yang perlu kita ketahui sekarang, dengan memerintahkan reproduksi naskah al-Qur’an berarti ‘Utsman ra meletakkan dasar yang di kemudian hari terkenal dengan nama ‘Ilmu Rasmil al-Qur’an atau ‘Ilmu-Rasmil- ‘Utsmani (ilmu tentang penulisan al-Qur’an).

B. Perkembangan Ulumul Qur’an

Dapatlah kami katakan, para perintis i1mu ulumul Qur’an adalah:

1. Empat orang Khalifah Rasyidun (Abubakar, ‘Umar, ‘Utsman dai’Ali), Ibnu “Abbas, Ibnu Mas’ud, Zaid bin Tsabit, Ubai bin Ka’ab, Abu Musa al-Asy’ari dan ‘Abdullah bin Zubair5. Mereka itu dari ka1angan para sahabat Nabi.

2. Mujahid, ‘Atha bin Yassar, ‘Ikrimah, Qatadah, Hasan Bashri, Sa’id bin Jubair, dan Zaid bin Aslam dari kaun Tabi ‘in di Madinah.

3. Malik bin Anas dari kaum Tabi’it-Tabi’in (generasi ketiga kaum muslimin). la memperoleh i1munya dari Zaid bin Aslam.

Mereka itulah orang-orang yang meletakkan apa yang sekarang kita kenal dengan i1mu Tafsir, ilmu Asbabun-Nuzul, i1mu tentang ayat-ayat yang turun di Mekkah dan yang turun di Madinah, i1mu tentang Nasikh dan Mansukh dan i1mu gharibul-Qur’ an (soal-soal yang memerlukan penta’wilan dan penggalian maknanya).

Pada masa kodifikasi Al-Qur’an, i1mu Tafsir berada di atas segala ilmu yang lain, karena ia dipandang sebagai induk i1mu al-Quran. Di antara orang-orang yang sibuk menekuni dan menulis buku mengenai bidang ilmu tersebut ialah:

Dari kalangan ulama abad ke-2 H.: Syu’bah bin Al-Hajjaj6, Sufyan bin ‘Uyainah7 dan Waki’” bin Al-Jarrah8. Kitab-kitab Tafsir yang mereka tulis pada umumnya memuat pendapat -pendapat dan apa yang dikatakan oleh para sahabat Nabi dan kaum Tabi’in. Kemudian muncul pada zaman berikutnya. Ibnu Jarir At-Thabari. wafat lahun 310 H. Kitabnya merupakan kitab yang paling bennutu. karena banyak berisi riwayat-riwayat Hadits shahih ditu1is dengan rumusan yang baik

Dalam abad ke-3 H: ‘A1i bin Al-Madani, guru Imam Bukhari, menu1is kitab tentang asbabun-nuzul. Abu ‘Ubaid al-Qasim bin Salam menulis tentang nasikh dan mansukh, qira’at dan fadha’ilul Qur’an (keutamaan dan keistimewaan al-Qur.an). Muhammad bin Ayyub adh-Dharis (wafat 294 H) menulis tentang kandungan ayat-ayat yang turun di Mekkah dan di Madinah1o; dan Muhammad bin Kha1af bin Murzaban (wafat 309 H) menulis kitab berjudu1 Al-Hawi Fi ‘Ulumil Qur’an11 (Yang Terkandung Dalam Ilmu al-Qur’an).

Kemudian kegiatan karang mengarang dalam hal ilmu-ilmu qur’an tetap

berlangsung sesudah itu.

Abu Bakar al Baqalani ( wafat 403 H ) menyusun I’jazul Qur’an, dan Ali

bin Ibrahim bin Sa’id al Hufi ( wafat 430 H )menulis mengenai I’rabul

Qur’an. Al Mawardi ( wafat 450 H ) menegenai tamsil-tamsil dalam Qur’an (

‘Amsalul Qur’an ). Al Izz bin Abdussalam ( wafat 660 H ) tentang majaz

dalam Qur’an.’alamuddin Askhawi ( wafat 643 H ) menulis mengenai ilmu

Qira’at ( cara membaca Qur’an ) dan Aqsamul Qur’an. Setiap penulis dalam

karangannya itu menulis bidang dan pembahasan tertentu yang berhubungan

dengan ilmu-ilmu qur’an.

Sedang pengumpulan hasil pembahasan dan bidang-bidang tersebut mengenai

Quran semua atau sebagian besarnya dalam satu karangan, maka

syaikh Muhammada ‘Abdul ‘azim az-Zarqani menyebutkan didalam kitabnya

Manahilul Irfan fi Ulumil Qur’an bahwa ia telah menemukan didalam

perpustakaan Mesir sebuah kitab yang ditulis oleh Ali bin Ibrahim bin

Sa’id yang terkenal dengan Al-Hufi, judulnya al- Burhan fi ‘Ulumil Qur’an

yang terdiri atas tiga puluh jilid. Dari ketiga puluh jilid itu terdapat

lima belas jilid yang tidak berurutan dan tidak tersusun. Pengarang

membicarakan ayat-ayat Qur’an menurut tertib mushaf, dia membicarakan

ilmu-ilmu Qur’an yang dikandung ayat itu secara tersendiri. Masing-masing

diberi judul sendiri pula. Dan judul yang umum disebutkan dalam ayat,

dengan menuliskan al Qaul fi Qaulihi ‘Azza wajalla ( pendapat mengenai

firman Allah Azza wa jalla ), lalu disebutnya ayat itu, kemudian dibawah

judul itu dicantumkan al Qaul fil I’rab ( pendapat mengenai morfologi )

dibagian ini ia membicarakan ayat dari segi nahwu dan bahasa. Selanjutnya

Al Qaul fil Ma’na wat Tafsir ( pendapat mengenai makna dan tafsirannya )

disini ia jelaskan ayat itu berdasarkan riwayat ( hadis ) dan penalaran.

Setelah itu al Qaul fil Waqfi wat Tamam ( pendapat mengenai tanda

berhenti dabn tidak) disini ia menjelaskan mengenai waqf ( berhenti )

yang diperbolehkan dan yang tidak. Terkadang qira’at diletakkan dalam

judul tersendiri. Yang disebutnya dengan al Qaul fil Qira’at ( pendapat

mengenai qira’at ) terkadang ia berbicara tentang hukum-hukum yang

diambil dari ayat ketika ayat itu dibacakan.

Dengan metode seperti ini, al Hufi dianggap sebagai orang pertama yang

membukukan ‘Ulumul Qur’an, ilmu-ilmu Qur’an, meskipun pmebukuannya

memakai cara tertentu seperti yang disebutka tadi. Ia wafat pada tahun

330 H.

Kemudian Ibnul Jauzi ( wafat 597 H ) mengikutinya denga menulis sebuah

kitab berjudul fununul Afnan fi ‘Aja’ibi ‘ulumil Qur’an.

Lalu tampil Badruddin az-Zarkasyi ( wafat 794 H ) menulis sebuah kitab

lengkap dengan judul Al-Burhan fii ulumilQur`an .

Jalaluddin Al-Balqini (wafat 824 H) memberikan beberapa tambahan atas

Al-Burhan di dalam kitabnya Mawaaqi`ul u`luum min mawaaqi`innujuum.

Jalaluddin As-Suyuti ( wafat 911 H ) juga kemudian menyusun sebuah kitab

yang terkenal Al-Itqaan fii u`luumil qur`an.

Kepustakaan ilmu-ilmu Quran pada masa kebamgkitan modern tidaklah lebih

kecil dari pada nasib ilmu-ilmu yang lain.Orang-orang yang menghubungkan

diri dengan gerakan pemikiran Islam telah mengambil langkah yang positif

dalam mmembahas kandungan Qur`an dengan metode baru pula,seperti kitab

i`jaazul quran yang ditulis oleh Musthafa Shadiq Ar-Rafi`i, kitab

At-Tashwirul fanni fiil qu`an dan masyaahidul qiyaamah fil qur`an oleh

Sayyid Qutb, tarjamatul qur`an oleh syaikh Muhammad Musthafa Al-Maraghi

yang salah satu pembahasannya ditulis oleh Muhibuddin al-hatib, masalatu

tarjamatil
qur`an Musthafa Sabri, An-naba`ul adziim oleh DR Muhammad

Abdullah Daraz dan muqaddimah tafsir Mahaasilu ta`wil oleh Jamaluddin

Al-qasimi.

Syaikh Thahir Al-jazaairy menyusun sebuah kitab dengan judul At-tibyaan

fii u`luumil qur`an. Syaikh Muhammad Ali Salamah menulis pula Manhajul

furqan fii u`luumil qur`an yang berisi pembahasan yang sudah ditentukan

untuk fakultas ushuluddin di Mesir dengan spesialisasi da`wah dan

bimbingan masyarakat dan diikuti oleh muridnya, Muhammad Abdul a`dzim

az-zarqani yang menyusun manaahilul i`rfaan fii u`lumil qur`an. Kemudian

Syaikh Ahmad Ali menulis muzakkiraat u`lumil qur`an yang disampaikan

kepada mahasiswanya di fakultas ushuluddin jurusan dakwah dan bumbingan

masyarakan.

Akhirnya muncul mahaabisu fii u`lumil qur`an oleh DR Subhi As-Shalih.Juga

ustadz Ahmad Muhammad Jamal menulis beberapa studi sekitar masalah

“ma`idah” dalam Qur`an.

Pembahasan tersebut dikenal dengan sebutan u`luumul qur`an, dan kata ini

kini telah menjadi istilah atau nama khusus bagi ilmu-ilmu tersebut.

Kata u`lum jamak dari kata i`lmu.i`lmu berarti al-fahmu wal idraak (faham

dan menguasai).Kemudian arti kata ini berubah menjadi masalah-masalah

yang beraneka ragam yang disusun secara ilmiah.

Jadi, yang dimaksud dengan u`luumul qu`ran ialah ilmu yang membahas

masalah-masalah yang berhubungan dengan Al-Quran dari segi asbaabu

nuzuul.”sebab-sebab turunnya al-qur`an”,pengumpulan dan penertiban

Qur`an.pengetahuan tentang surah-surah Mekah dan Madinah,An-Nasikh wal

mansukh, Al-Muhkam wal Mutasyaabih dan lain sebagainya yang berhubungan

dengan Qur`an terkadang ilmu dinamakan juga ushuulu ttafsir (dasar-dasar

tafsir) karena yang dibahas berkaitan dengan beberapa masalah yang harus

diketahui oleh seorang Mufassir sebagai sandaran dalam menafsirkan Qur`an

BAB VI. TAFSIR AL-QUR’AN


Apa yang harus kita lakukan untuk dapat menafsirkan Al-Qur’an ?

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan Al-Qur’an ke dalam hati Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam agar beliau mengeluarkan manusia dari ke
kufuran dan kejahilan yang penuh dengan kegelapan menuju cahaya Islam. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Ibrahim ayat 1 :
الَر كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

yang artinya : “Alif, laam raa.(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. “

Allah Ta’ala juga menjadikan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagai orang yang berhak menjelaskan, menerangkan dan menafsirkan isi Al-Qur’an. Firman Allah Ta’ala di dalam surat An-Nahl ayat 44:

artinya : “keterangan-keterangan (mu’jizat) dan kitab-kitab.Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya mereka memikirkan…”

Sunnah berfungsi sebagai penafsir dan penjelas isi Al-Qur’an, dan sunnah ini juga merupakan wahyu karena yang diucapkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah bukan hasil pemikiran Rasulullah tetapi semuanya dari wahyu Allah Ta’ala. Sebagaimana ditegaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat An-Najm ayat 3 dan 4: وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى نْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

“dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya aku diberi Al-Qur’an dan sesuatu yang hampir sama dengan Al-Qur’an. Ketahuilah, akan ada seorang lelaki kaya raya yang duduk di atas tempat duduk yang mewah dan dia berkata: “Berpeganglah kalian kepada Al-Qur’an. Apapun yang dikatakan halal di dalam Al-Qur’an, maka halalkanlah, sebaliknya apapun yang dikatakan haram di dalam Al-Qur’an, maka haramkanlah. Sesungguhnya apapun yang diharamkan oleh Rasulullah, Allah juga mengharamkannya.”

Untuk itu cara menafsir Al-Qur’an adalah:

Cara Pertama adalah dengan sunnah. Sunnah ini berupa: ucapan-ucapan, perbuatan-perbuatan, dan diamnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Cara Kedua adalah dengan penafsirannya para sahabat. Dalam hal ini pelopor mereka adalah Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas Radliyallahu ‘anhum. Ibnu Mas’ud termasuk sahabat yang menemani Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam sejak dari awal dan dia selalu memperhatikan dan bertanya tentang Al-Qur’an serta cara menafsirkannya, sedangkan mengani Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud pernah berkata: “Dia adalah penterjemah Al-Qur’an.” Oleh karena itu tafsir yang berasal dari seorang sahabat harus kita terima dengan lapang dada, dengan syarat tafsir tersebut tidak bertentangan dengan tafsiran sahabat yang lain.

Cara Ketiga yaitu apabila suatu ayat tidak kita temukan tafsirnya dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat, maka kita cari tafsirannya dari para tabi’in yang merupakan murid-murid para sahabat, terutama murid Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas seperti : Sa’ad bin Jubair, Thawus, Mujahid dan lain-lain.

Sangat disayangkan, sampai hari ini banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang tidak ditafsirkan dengan ketiga cara di atas, tetapi hanya ditafsirkan dengan ra’yu (pendapat/akal) atau ditafsirkan berdasarkan madzhab yang tidak ada keterangannya dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam secara langsung. Ini adalah masalah yang sangat mengkhawatirkan apabila ayat-ayat Al-Qur’an ditafsirkan hanya untuk memperkuat dan membela suatu madzhab, yang hasil tafsirnya bertentangan dengan tafsiran para ulama tafsir.

Untuk menjelaskan betapa bahayanya tafsir yang hanya berdasarkan madzhab, akan kami kemukakan satu contoh sebagai bahan renungan yaitu tafsir Al-Qur’an surat Al-Muzammil: 20 :

artinya : “Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an.”
Berdasarkan ayat ini, sebagian penganut madzhab berpendapat bahwa yang wajib dibaca oleh seseorang yang berdiri sholat adalah ayat-ayat Al-Qur’an mana saja. Boleh ayat-ayat yang sangat panjang atau boleh hanya tiga ayat pendek saja. Yang penting membaca ayat Al-Qur’an (tidak harus membaca Al-Fatihah).

Betapa anehnya mereka berpendapat seperti ini, padahal Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada sholat bagi orang yang tidak membaca pembuka Al-Kitab (Surat Al-Fatihah).”

Dan di hadits lain Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang sholat tidak membaca Surat Al-Fatihah, maka sholatnya kurang, sholatnya kurang, sholatnya kurang, tidak sempurna.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.